Merokok Tidak Membahayakan Tubuh Ini Faktanya

Merokok Tidak Membahayakan Tubuh Ini Faktanya

Banyak banget percakapan dalam Kompasiana dan di website – website laintentang bahaya merokok.

 

Asap rokok berisi sangat tidak 100 zat-zat yang pada generalnya membahayakan badan, biarpun  jumlahnya dalam asap yangdidapatkan per marlboro cerutu kecil dan akan sekali. Tetapi yang menilai merupakan kumulasinya, bila seseorang merokok dalam jumlah yang engga tidak sedikit banyak banget dan bertahun-tahun.

 

Di satu pihak mereka yang tidak merokok, baik yang udah maupun engga yang belum pernah merasakan mengepulnya asap nikotin seraya diselingimencium coffee manis kental hot dan nongki – nongki dengan batur – batur. Atau sekedar seraya lamun – lamun.

 

 

Merokok Tidak Membahayakan Tubuh Ini Faktanya

Menurut situs happybet188 di pihak lain, semua pengikut posisi pro merokok. Di sinipun terdapat yangbelum pernah merokok dan seringkali argumentasinya berlandasankemerdekaan hak manusia. Kelompok mereka yang telah pernah mengisap rokok atau yang sedang merokokpun sebenarnya tidak homogen.

 

Di sini dapat you temui mereka – mereka tersebut yang paling – sangatmerasakan sedapnya asap rokok. Untuk you rokok dapat menjadi unsur darisuatu hidup yang indah. Engga ngisep asap rokok, rasanya life tersebut kosong, kosong tanpa arti. Dengan asap rokok, ilham-ilham hadir seperti hujan di senja hari yang mengairi rambut. Rokok dalam urusan ini dapat dipandang sebagai sarana penolong kelahiran gagasan genius. Sebagian (kecil) merokok melulu ikut-ikutan saja.

 

Diskusi mengenai masalah ini dilangsungkan dari jaman ke jaman. Pertanyaan yang tidak jarang dilontarkan ialah: apakah mengisap rokok itu sungguh-sungguh berbahaya? Apakah mengisap rokok pasif itupunlumayan berbahaya?

 

Dan ternyata fokus zat-zat itu mencapai hal 50 dibanding dengan dalam asap utama. Tetapi pasti saja jumlah rata-rata yang dihisap oleh pengisap rokok pasif ”sambilan” (maksudnya di sini yang istri , suaminya , pacarnya atau bahkan orang tuanya, yang tidak jarang berada di sekelilingnya, tidak atau jarang merokok).

 

Memang, bila you cari-cari, akan kita temukan, bahwa ada tidak sedikit orang yang seumur hidupnya merokok dalam jumlah tidak sedikit perhari, disebut pengisap rokok aktift atau pengisap rokok berantai, yang sampaiusia tuanya engga dan jarang sakit. Dan yang kadang seolah tidak menderita penyakit yang bersangkutan dengan merokok, laksana COPD, Kanker paru-paru dan bronki, penyakit koroner jantung dsb.

Merokok
Merokok

Tetapi mereka ini adalah pengecualian.

 

Dalam teorinya, hubungan antara mengisap rokok dan sakit – sakit itu udah diperlihatkan lewat empiris – empiris sekolah semenjak lama banget. Hasil –hasil penelitian-penelitian tersebut representatif dandinyatakan oleh semua alam semesta medis internasional.

 

Di mana letak bahaya dari merokok?

 

Tentu saja yang riskan ialah asep – asep tersebut (di samping berbahayanya bila merokok di ranjang lalu istirahat dan akan menyebabkan kebakar.

 

Asap rokok dipisahkan antara asap yang dihisap pemerokok (you sebut aja: asap utama) atau asap yang terbit dari ujung rokok (kita sebut saja asap sampingan, dapat mencapai suhu 500°C).

 

Dalam asap yang manakah fokus zat-zat yang aman itu lebih terbanyak?

 

Kalau terdapat orang yang salah satunya pengisap rokok berat dan si perokok tersebut engga (mau) menjauh sekitar merokok, maka pemerokok sial ini bakal ngisep asap sampingan dalam jumlah lebih tidak sedikit atau risikonyapun bakal meningkat. Bukan, bukan dalam asap utama yang dihisap si perokok, namun dalam asap sampingan, yang di isep oleh jelma – jelma yang ada di dekat – selama situ pemerokok tersebut.

 

Contohnya fokus formaldehyd yang dapat menyebabkan kanker dalam asap sampingan dapat mencapai 50 x lipat dari di asap utama. Benzol, yang pun adalah zat yang paling berbahaya, mencapai hal 10.

 

Mungkin anda lalu berpikir: ”Oh, bila begitu mengisap rokok pasif lebih berbahaya!”

 

Bentar Dulu… Ini seluruh tergantung intensitas pengisap rokok yang adadi dekat kita.

 

Kalau orang – orang seperti mengisap rokok terus di sekitar you, pasti saja risiko untuk terpapar penyakit begituan untuk you lebih tidak sedikit untuk orang – orang tersebut yang engga jarang mengisap rokok tidak langsung.

 

Kalau kita melulu sekali masing-masing tahun (terpaksa) mengisap rokok pasif, maka risiko ini secara statistis tidak banyak sekali.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *